Sanghyang Pake


       Pada blog ini saya akan menjelaskan tentang karya tari FLS3N 2025 yaitu tari Sanghyang Pake. Sanghyang Pake dapat diartikan sebagai sesuatu yang "dipakai oleh yang dimuliakan" atau "sesuatu yang suci yang dikenakan". Saya akan menjelaskan tentang sinopsis tari, konsep garap, ekspresi wajah, tata rias, tata busana, dan artistik/properti. Jenis tari ini berkelompok, dengan anggota berjumlah 5 orang. Memenangkan Juara 1 tingkat kabupaten Bogor dan juara 2 tingkat provinsi Jawa Barat.
       Karya ini akan mengeksplorasi simbol dari "Mahkota Binokasih" (Mahkota Kasih Sayang) sebagai representasi perjalanan holistik dengan menyelaraskan nilai budaya dengan kebiasaan positif, hal ini digambarkan dalam bentuk gerak tari yang tidak hanya estetis, tetapi juga simbolis, mencerminkan perjalanan anak dalam membangun mahkota kehidupan mereka. Melalui bahasa tubuh dan visualisasi budaya. Mahkota yang ditampilkan dalam tari bukanlah sekadar hiasan kepala, melainkan representasi dari jiwa yang mulia dan tangguh.
       Dalam konsep garap karya tari ini mengambil dari arti dan perjalanan mahkota Binokasih yang di implementasikan melalui musik dan gerak tari. Visualisasi dan audio dalam karya ini terinspirasi dari perjalanan mahkota itu sendiri yang telah melanglang buana meliputi wilayah kerajaan Galuh Ciamis yang di presentasikan oleh musik dan gerak ronggeng gunung, lalu wilayah Priangan yang digambarkan dalam gerak tari topeng Priangan, lalu Pajajaran yang digambarkan oleh properti Kujang. Tiga wilayah yang berbeda ini menjadi pijakan eksplorasi koreografi dan musik sehingga menjadi karya utuh.
       Ekspresi wajah pada tarian ini cenderung menonjolkan kesan tegas, dan juga berwibawa, terkadang juga ada kesan anggun dan halus nya. Tidak hanya itu, disetiap bagian wajah pun memiliki ekspresi nya sendiri, seperti berikut. Sorot mata tajam, memancarkan tatapan yang kuat dan fokus, seolah menunjukkan keberanian dan kekuatan karakter. Tatapan ini sering diarahkan ke depan atau ke penonton untuk menegaskan wibawa. Rahang tegas & bibir tertutup terkadang ada bagian setengah tersenyum, biasanya tidak terlalu lebar, lebih kepada senyum tipis yang menunjukkan kepercayaan diri, bukan kelembutan. Alis sedikit mengernyit, memberi kesan mantap dan kokoh, sejalan dengan gerakan yang energik. Gerak kepala tegap, ekspresi wajah dipadukan dengan posisi kepala yang tegak dan mantap, menegaskan sifat gagah.
       Tata rias pada tari ini pun memiliki penjelasannya. Tata rias adalah cara atau usaha seseorang dalam mempercantik diri terutama di bagian muka atau wajah dengan tujuan untuk menghias diri. Tata rias dalam seni pertunjukan pada umumnya dibutuhkan untuk menggambarkan/menentukan watak yang nantinya akan berada di atas pentas. Dengan menggunakan seni bahan-bahan kosmetik sehingga menghasilkan wajah peranan yang sesuai adalah tujuan dari tata rias itu sendiri. Tata rias karya tari ini lebih menekan pada karakter garapan tari dengan menitik beratkan pada tata rias Sunda gagah sehingga mampu menggambarkan dan mengangkat tema tari yang dibawakan.
       Busana merupakan salah satu unsur yang turut melengkapi dan memperkuat tema cerita. Fungsi dalam busana tersebut yakni penunjuk identitas, kepribadian, serta latar belakang dimana atau kapan peristiwa itu berlangsung. Tata busana pada karya tari ini lebih menekankan pada desain dan warna yang bersumber dari seni tradisi rakyat Jawa Barat serta pengolahan dan pengembangannya dari bentuk yang menjadi ciri khas serta karakter tarian, sehingga bertujuan untuk mengangkat tema yang diusung.
       Konsep artistik pada karya tari ini lebih menekan pada bentuk kesederhanaan tata artistik panggung, dengan bertujuan untuk pengungkapan gerak-gerak dan unsur harmonisasi iringan tari sebagai kekuatan imajinasi tema garapan.

https://youtu.be/OM_9NLLj6VE?feature=shared
ini adalah link YouTube video dari tari Sanghyang Pake, boleh minta apresiasi dan like nya ya teman-teman, terimakasih.


Postingan Populer